Kerjanya hanya browsing dan ngeblog, cari mp3.....
Semakin lama semakin menumpuk dan menumpuk, mau dikerjakan lembur ngga ada uang lembur, kalo dikerjakan lembur harus ada camilan, mau dikerjakan di kost ga ada komputer.
Dikerjakan dikampus mesti ada saja godaannya.
Lama kelamaan kerjaan inti malah terbengkelai karena terlalu mengurusi yang lainnya, ya nasib jadi bawahan, partner kerja ngga ada, skill cuma seorang diri ga ada temen.
Saya butuh partner kerja, saya jangan dikasih kerjaan lainnya, saya ingin kerja di backoffice saja, saya ingin job description diperjelas.
Kenapa konflik antara Yayasan dan Rektorat tidak pernah ada pemecahannya. Apakah semuanya sudah pada pendirian yang kuat, kemanakah visi misi yang sudah diemban selama 25 tahun buat kampus tercinta, kenapa harus ada yang dihancurkan, bukannya kita sedang membangun sebuah rumah megah.. yang butuh direnovasi, diperindah, diperkaya accessorisnya, diperkaya khasanah rumahnya, kenapa harus dihancurkan karena ada konflik antar keluarga, dijual, dibiarkan saja tanpa ada perawatan, manajemen amburadul, pengembangan SDM stagnan, kesejahteraan dikesampingkan, menimbulkan konflik intern yang tiada habisnya....
Tolong perhatikan kami, jangan hanya kami dijadikan budak saja, sejahterakan kami, maka pondasi rumah akan semakin kuat dan semakin berakar.
Bapak kost pernah bilang, Indonesia ini memang sudah dibikin begitu dari dulu jaman penjajahan, semua manusia dikasih pola pemikiran yang cupet, dan sekarang ini sudah mendarah daging dan tidak mungkin diobati penyakit yang satu ini.
Tetapi kami masih punya semangat kerja, masih punya senyum, masih punya banyolan... bikin hidup lebih hidup saja dengan kawruh sakduluran... jadi tidak terasa kesedihan yang menyelimuti...
Lets Go to the community of orang-orang terasing.